Terima Kasih Telah Mengirim Lamaran Berita Pujian ke Skripsi #2019gantipresiden Dinilai Politis, Mardani: TKN Berlebihan Sabtu 24 Agustus 2019 Pada Situs Resmi Ke Perusahaan Diatas, Untuk Melihat Lowongan Kerja Via Email Maupun Secara Langsung Seperti, CPNS 2018, BUMN Lainnya, Silahakan Lihat Lowongan Kerja Lainnya Di Bawah Ini Untuk Lulusan SMK, SMA, D3, S1 Di Kawasan Industri Depnaker, Disnaker, Trans, Info, Gaji, Solo, Semarang di bawah ini.

Berita Pujian ke Skripsi #2019gantipresiden Dinilai Politis, Mardani: TKN Berlebihan Sabtu 24 Agustus 2019

Home » Berita Hari Ini Sabtu 24 Agustus 2019 » Warta Berita Hari Ini » Pujian ke Skripsi #2019gantipresiden Dinilai Politis, Mardani: TKN Berlebihan

Oleh : Sulastri Habeahan on pada Senin 11 Februari 2019, 20:22 WIB

Berita Pujian ke Skripsi #2019gantipresiden Dinilai Politis, Mardani: TKN Berlebihan Sabtu 24 Agustus 2019Karer.ID: Berita Pujian ke Skripsi #2019gantipresiden Dinilai Politis, Mardani: TKN Berlebihan Sabtu 24 Agustus 2019 - Jakarta - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, menilai pernyataan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, yang menyebutnya terlalu cepat mengambil kesimpulan soal skripsi #2019gantipresiden, sangat berlebihan.

"Terlalu berlebihan TKN, karena yang namanya orang mau meneliti bebas saja. Seperti orang meneliti kebebasan infrastruktur Jokowi itu bebas saja, boleh saja," ujar Mardani di Restoran Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Mardani mengatakan memberi apresiasi karena gerakan politik yang diinisiasinya itu diteliti dengan pendekatan akademis yang baik. Politikus PKS ini pun menegaskan tak ada unsur politis dalam pujiannya tersebut.






"Betul kami apresiasi karena luar biasa, wisudawan terbaik. Tentu tidak ada kaitannya dengan politik tetapi gerakan yang ada di masyarakat diteliti, dianalisis, dalam pendekatan akademis yang baik, dan buat saya itu bagus, sehingga apa yang berlaku, paparan di media atau di jagat media sosial dikaji secara akademis," tuturnya.

"Nggak ada (unsur politis). Saya juga nggak ketemu juga sih sama mahasiswanya," pungkas Mardani.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera membicarakan skripsi mahasiswi bernama Regita Anggia itu. Mardani memuji Regita, yang merupakan lulusan terbaik dengan skripsi soal gerakan #2019gantipresiden.

"Wisudawan terbaik UNPAD, judul skripsinya: 'Pengaruh Sikap pada #2019GantiPresiden sebagai Gerakan Populis terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Universitas Padjadjaran Melalui Penggunaan #2019GantiPresiden di Media Sosial'," cuit Mardan, seperti dilihat detikcom di akun Twitter Mardani, @MardaniAliSera, pada Minggu (10/2).






Pujian dari Mardani itu pun mendapat komentar dari TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. TKN menilai Mardani terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Padahal, menurut TKN, skripsi Regita bukan upaya untuk mendukung jargon tersebut, melainkan menganalisis jargon 2019 ganti presiden sebagai gerakan populis.

"Mardani Ali Sera terlalu cepat 'berejakulasi' ketika jargon tagar 2019 ganti presiden dijadikan tema skripsi salah seorang wisudawan Unpad, yakni Regita Anggia," ujar anggota Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, kepada wartawan, Minggu (10/2).

"Padahal yang menjadi fokus skripsi itu melulu tentang gerakan populis dari jargon tersebut, padahal Regita Anggia hanya mengidentifikasi bahwa gerakan yang dimulai dengan tagar 2019 ganti presiden tersebut merupakan bentuk gerakan populis," imbuhnya.
(azr/fdn)
Pujian ke Skripsi #2019gantipresiden Dinilai Politis, Mardani: TKN Berlebihan | Bang Naga | on Senin 11 Februari 2019, 20:22 WIB | Rating 4.5
« 1 2 3 4 5 »
Selengkapnya>>
Selengkapnya>>
Selengkapnya>>