Terima Kasih Telah Mengirim Lamaran Berita Aksi 22 Mei, Ulama dan Masyarakat Banyuwangi Minta Jaga Kondusivitas Sabtu 24 Agustus 2019 Pada Situs Resmi Ke Perusahaan Diatas, Untuk Melihat Lowongan Kerja Via Email Maupun Secara Langsung Seperti, CPNS 2018, BUMN Lainnya, Silahakan Lihat Lowongan Kerja Lainnya Di Bawah Ini Untuk Lulusan SMK, SMA, D3, S1 Di Kawasan Industri Depnaker, Disnaker, Trans, Info, Gaji, Solo, Semarang di bawah ini.

Berita Aksi 22 Mei, Ulama dan Masyarakat Banyuwangi Minta Jaga Kondusivitas Sabtu 24 Agustus 2019

Home » Berita Hari Ini Sabtu 24 Agustus 2019 » Warta Berita Hari Ini » Aksi 22 Mei, Ulama dan Masyarakat Banyuwangi Minta Jaga Kondusivitas

Oleh : Sulastri Habeahan on pada Rabu 22 Mei 2019, 07:40 WIB

Berita Aksi 22 Mei, Ulama dan Masyarakat Banyuwangi Minta Jaga Kondusivitas Sabtu 24 Agustus 2019Karer.ID: Berita Aksi 22 Mei, Ulama dan Masyarakat Banyuwangi Minta Jaga Kondusivitas Sabtu 24 Agustus 2019 - Banyuwangi - Aksi demo anarkis di depan kantor Bawaslu di Jakarta disesalkan sejumlah tokoh dan ulama Banyuwangi. Mereka meminta tak ada pengerahan massa dan tindakan anarkis dalam menyampaikan ketidakpuasan dalam mensikapi hasil pemilu 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi, Astro Djunaidi. Aksi demo yang berujung kisruh di Jakarta seharusnya tidak perlu terjadi. Ada mekanisme hukum yang bisa dilalui dalam mensikapi hasil pemilu. Jika memang dianggap tidak sesuai, hendaknya dilakukan pemecahan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ya sebetulnya maaf, tidak perlu ada pengerahan massa dan ada tindakan anarkis. Negara kita ini negara hukum yang dilindungi oleh undang-undang. Tentu ini sedikit mengganggu. Apa tidak bisa diselesaikan melalui jalur MK. Kita sangat menyesalkan hal ini terjadi," ujarnya kepada detikcom, Rabu (22/5/2019).

Astro mengaku, saat ini bulan Ramadhan. Masyarakat ingin sekali menikmati ibadah dengan tenang dan damai. Tentu dengan adanya kabar adanya aksi bentrok tersebut membuat masyarakat sedikit resah. Seharusnya, pascapemilu diisi dengan rekonsiliasi untuk merajut dan menjaga keutuhan NKRI. Dirinya meminta bagi yang kalah hendaknya legowo dalam menerima hasil keputusan KPU.



Tonton video Kronologi Kericuhan di Depan Bawaslu:

[Gambas:Video 20detik]



"Kita butuh tenang dan sadar bahwa kita ini sama-sama menjaga NKRI utuh. Karena suasana damai dan tenang kita beribadah agak tenang. Harapan kita tetap ke umat. Masing-masing tokoh memberikan pencerahan yang baik apalagi Ramadan kita harus menahan semuanya," tambahnya.

Sementara Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi meminta kepada masyarakat lebih mengoptimalkan kedewasaan dalam mensikapi hasil Pilpres 2019. Penetapan pemilu oleh KPU sudah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.


"Semoga masyarakat Indonesia tetap damai dan terus saling menjaga kerukunan dan perdamaian. Insiden tadi hendaknya cukup sampai disini. Tidak ada kelanjutan aksi yang meresahkan rakyat Indonesia. Kembali ke jalur hukum. Ada MK," kata Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini.

Gus Makki, sapaan akrabnya, juga menyampaikan terima kasih atas kinerja KPU dan Bawaslu beserta jajaran dalam mengawal suksesnya Pemilu Pileg dan Pilpres 2019. Pihaknya juga mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. Ucapan selamat dari Ketua PCNU Banyuwangi, juga disampaikan pada duet Prabowo-Sandi. Kedua putra terbaik bangsa tersebut dianggap mampu menjadi warna bagi bangsa Indonesia.

"Kami ucapkan selamat pada pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," ungkapnya.

Mudah-mudahan yang diumumkan KPU bisa diterima semua pihak, jika ada yang tidak bisa diterima, diharap dilakukan melalui jalur hukum atau peraturan dan Undang-Undang yang berlaku," ucap Gus Makki.

Seperti diketahui, usai menyelesaikan seluruh rekapitulasi Pemilu 2019, di 34 provinsi dan 130 PPLN, KPU RI langsung mengeluarkan pengumuman resmi pada Selasa dini hari (21/5/2019). Data KPU, suara sah nasional tercatat berjumlah 154.257.601.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh 85.607.362 suara. Atau 55,50 persen dari keseluruhan suara sah nasional. Sedang pesaingnya, duet Prabowo-Sandi, hanya 44,50 persen dari total suara sah nasional. Atau 68.650.239 suara. PCNU Banyuwangi pun turut bersyukur.
(fat/fat)
Aksi 22 Mei, Ulama dan Masyarakat Banyuwangi Minta Jaga Kondusivitas | Bang Naga | on Rabu 22 Mei 2019, 07:40 WIB | Rating 4.5
« 1 2 3 4 5 ... 7 »
Selengkapnya>>
Selengkapnya>>
Selengkapnya>>